Jumat, 23 Oktober 2015

Perubahan

Ketahuilah. Kehidupan lo bakalan berubah 100 persen ketika lo menikah Dan punya anak.
Semua berubah, lo bukan lo yang suka nongkrong, hangout bareng Genk, sibuk sama gadget, asik selfie, nyalon bareng sm sahabat, ngabisin waktu dimall demi diskon, nonton bioskop, makan sushi bareng, ngejco, sibuk share photo lo yang pastinya keren abis.
Itu udah gabisa guys! Sudah dihapuskan dan ditiadakan. Karena apa? Karena kesibukan lo bukan itu skrng. Kesibukan lo itu ngurusin Rumah, suami Dan anak. Udah ya catet. Kamus lo udah ga Ada kebakar! Yang Ada ya cuma itu tadi Rumah, suami, dan anak. Satu lagi kalo ibu yang wonder woman dia sambil kerja kantoran gitu kaya gue. Berangkat kerja pagi ke kantor, sore sama mlm kerja lagi juga dirumah. Hebat kan tuh! Yang berubah juga bukan hanya itu, tapi fisik. Ada sebagian yg pasca menikah atau melahirkan mereka langsung membesar. Beda deh kaya waktu msh perawan. Ada Juga yg menciut kaya gue, atau menyusut ntahlah apa itu bahasanya. Yang jelas pasca menikah dan melahirkan badan si Ibu itu smakin kurus. Mungkin Karena jarang makan atau lupa memikirkan badannya sendiri, sementara dia harus mengutamakan suami anak rumah dan tanggung jawabnya dikantor. Apa harus bgini untuk mendapatkan surga suami? Harus siap melayani selama 24 jam , tidak boleh lengah ngurus anak, tidak boleh ngeluh ketika kerjaan rumah banyak dan harus dikerjakan satu persatu agar semua bisa teratasi. Ya inilah perubahan hidup. Ini saatnya kita (para Ibu) harus siaga selalu. Harus tahan kuping kalo dimarahin atasan, ya memang udah jalannya seperti ini. Mau gmna lagi hidup ini slalu berjalan, tak hiraukan semua mencibirku karena fisikku. Tuhan yg maha tau segalanya untuk aku.

Senin, 14 September 2015

Hidup

Gausah sedih gausah cengeng gausah mewek gausah sakit hati kalo diledekin kurus!
Jangan nangis Tya walaupun Ada yg bilang lo tua, keriput, kurus kering, badan tinggal tulang, kerempeng, photonya menipu dan masih banyak hinaan lainnya.
Gue seorang Ibu kuat.
Jadi gaboleh nangis diledekin kurus apalah apalah.
Gue mesti kuat sekuat kuatnya.
Biar Tuhan yang menilai, saya Juga ga minta punya badan abnormal kaya gini. Saya juga sedih.
Tapi mau gimana, saya seorang Ibu.
Mempunyai anak satu umur setahun setengah, Dan lagi lincah lincahnya.
Saya jg bekerja, dirumah pulang kerja, tapi harus kerja lagi.
Badan saya habis lama lama tinggal kulit. Terserah mereka saja mau bilang saya apa

Jumat, 04 September 2015

Haru

Mungkin ini kesedihan yang kesekian kalinya, bahkan untuk meluapkan kesedihan ini saya tidak bisa menangis.
Tak mengerti dengan semua keadaan ini, knpa slalu aku yg disudutkan.
Knpa slalu aku yang kau pojokkan.
Hingga sampai detik ini pun, sisa air mataku pun tidak mengalir lagi.
Tuhan, ini cobaanmu ini ujianmu, aku terima dan aku ikhlas.
Meski aku kadang menyesali semua ini, masalah datang silih berganti, masalah yang slalu membuat sakit hari. Tuhan, apa yang bisa saya perbuat jikalau ini memang sudah menjadi takdirku.
Bertahankah aku?
Sanggupkah aku ?
Karena hanya si kecillah kekuatan bagiku.
Biar waktu yang menjawab ini, semoga aja Ada titik terang ya tuhan
Akan Ada kebijaksanaan untuk kami meyelesaikan masalah hidup ini.
Jauhkanlah dari amarah,
Tegarkanlah selalu hati hamba dalam menerima semua cobaanmu ini tuhan.
Engkau yang maha tau segala keluh kesah hamba.

Selasa, 01 September 2015

Cepatlah besar matahariku

Cepat besar anak mama, sehat terus ya cantik. Dede makin Pinter ya.. I love you dede, mama sayang Anjani.
Kata kata itu yang setiap harinya Anjani denger Dari mamanya.
Yang terberat ialah meninggalkan dia diasuh neneknya sementara saya harus kerja.
Bukan Karena ayahnya tidak mencukupi kami, hanya saja kami ingin berjuang sama sama untuk putri kecil kami.
Dan lagi ketika saya dituntut bangun sebelum subuh, inilah profesi saya, tanggung jawab saya.
Seakan tak peduli orang bilang saya makin kurus atau terlalu kurus.
Inilah saya, saya akan lakukan apa saja untuk anjani.
Membahagiakan Anjani, mempertaruhkan nyawa sekalipun saya rela demi Anjani.
Menjadi Ibu Rumah tangga dan sambil bekerja saya lakukan untuk Anjani.
Karena saya tidak ingin apa yang Anjani inginkan saya tidak bisa memenuhi, saya akan merasa terpukul jikalau hal itu terjadi.
Walaupun setiap harinya sblm saya berangkat kerja ia selalu minta dtemani main boneka terlebih dahulu, saya rela kesiangan karena nyuapin Anjani.
Bukan maksud mama ga mau ngurusin dede, tapi semua ini mama lakuin buat dede. Mama sayang dede, mama pengen dede bahagia selalu..
Mama bakal nemenin dede belajar, dan ga bakal bosen buat ajarin dede biar jadi anak baik anak pintar.
Kalo mama kerja dede yang baik ya sama nenek.
Dede makannya yang banyak ya, kalo siang bobo ya istirahat nanti kan bisa main lagi.
Mama mau dede cepat besar, dan bisa bikin bangga mama sama daddy kamu.
Semuanya sayang Anjani
We love you dede Anjani ❤💋